DOA, ALKITAB DAN PERSEKUTUAN MEMBANTU PROSES PENGUDUSAN: PEMAHAMAN DAN KESAKSIAN YANG HIDUP
Penulis : Priska Magdalena Sinem
Pengudusan ialah proses di mana hidup seseorang yang percaya kepada Yesus diubah secara bertahap supaya semakin menyerupai Kristus. Pengudusan bukan tindakan yang membawa kepada keselamatan, tetapi merupakan buah daripada anugerah keselamatan oleh Allah melalui Yesus Kristus. Anugerah ini memampukan orang yang telah diselamatkan untuk hidup dalam perubahan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
Proses pengudusan terjadi melalui kuasa Roh Kudus, namun orang percaya juga memiliki peranan, iaitu bekerjasama dengan Roh Kudus. Antara bentuk kerjasama tersebut ialah melalui doa, pembacaan Alkitab dan persekutuan.
Doa
Doa membantu orang percaya untuk terus bertahan dan berkomunikasi dengan Allah. Ia bukan hanya tentang memohon sesuatu, tetapi juga meluahkan isi hati termasuk cabaran, pergumulan dan pengakuan dosa serta kelemahan.
Seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam Efesus 6:18 (TB): "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putus untuk segala orang Kudus."
Doa menjadi sarana kebergantungan dan kepercayaan bahawa Allah mendengar dan akan bertindak menurut hikmat-Nya. Ketika seseorang berdoa, Allah bekerja untuk mengubah hati, melembutkan watak, dan memampukan orang percaya menjalani proses pengudusan. Doa juga menyedarkan kita akan keterbatasan manusia dan perlunya pertolongan Tuhan setiap hari.
Contohnya, dalam keputusasaan dan kelemahan saya untuk terus mengerjakan panggilan yang Tuhan berikan, saya mencurahkan isi hati saya kepada Allah melalui doa. Setiap kali saya berdoa, saya merasakan bagaimana Allah memberi keteguhan hati, dan Roh Kudus mengingatkan saya akan janji-Nya dalam firman. Melalui doa, saya dimampukan untuk terus menjalankan panggilan saya. Saya mengalami ketenangan yang bukan sekadar emosi, tetapi suatu keyakinan bahawa dalam segala hal, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kemuliaan nama-Nya, seperti tertulis dalam Roma 8:28 (TB): "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
Pembacaan Alkitab
Firman Allah adalah kebenaran yang menguduskan dan membentuk cara kita berfikir serta hidup. Yesus berdoa dalam Yohanes 17:17 (TB): "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran."
Firman Tuhan mengubah cara kita memahami Allah, dunia dan diri sendiri. Alkitab ialah sumber utama untuk mengenal siapa Allah dan tujuan hidup orang percaya, serta menunjukkan cara hidup yang benar di hadapan-Nya.
Ketika orang percaya membaca Firman, Roh Kudus membantu untuk memahami dan menerapkan kebenaran itu dalam kehidupan seharian. Pembacaan Alkitab membawa kepada pembaharuan akal budi, sebagaimana disebut dalam Roma 12:2 (TB): "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Dalam hidup saya sendiri, saya pernah mencari tujuan hidup, dan saya menemukannya dalam Firman Tuhan. Saya belajar bahawa manusia diciptakan untuk kemuliaan Allah dan bahawa hanya Allah yang patut disembah. Firman juga menyedarkan saya tentang ajaran dan prinsip yang bertentangan dengan Kristus. Firman memberikan panduan hidup yang jelas dan membentuk cara pandang yang baharu, yang kemudian memberi kesan dalam setiap keputusan dan tindakan saya. Oleh itu, Firman Tuhan membantu saya dalam proses pengudusan melalui pembentukan cara fikir dan tindakan.
Persekutuan
Orang percaya tidak dipanggil untuk menjalani kehidupan iman secara bersendirian. Persekutuan orang percaya adalah saluran penting untuk mendapatkan dorongan, penguatan dan pembentukan rohani. Dalam Ibrani 10:24-25 (TB): kita diingatkan: "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati."
Persekutuan bukan sekadar hadir ke gereja dan pulang, tetapi tempat di mana orang percaya saling berkongsi beban, mendoakan, menegur, dan membina satu sama lain dalam kasih Kristus. Dalam pengalaman saya, ketika saya belajar jauh dari keluarga dan dikelilingi oleh orang yang tidak percaya, saya berasa lemah dan takut. Namun, melalui persekutuan pelajar Kristian, saya dikuatkan kami saling mendoakan, menjaga dan menegur. Komuniti ini menjadi tempat saya bertumbuh dan tetap kuat menghadapi cabaran kehidupan sebagai seorang Kristian.
Kesimpulan
Walaupun hanya Tuhan yang berkuasa mengubah hati manusia, orang percaya dipanggil untuk setia menggunakan sarana yang Tuhan sediakan: doa, pembacaan Alkitab dan persekutuan. Ketiganya bukan sekadar kegiatan rohani, tetapi alat yang Allah pakai untuk membentuk kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Seperti tertulis dalam 2 Korintus 3:18 (TB): "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."
Doa membantu kita bersandar kepada Tuhan. Firman memperbaharui hati dan fikiran. Persekutuan menguatkan dan mendorong kita. Semua ini adalah bahagian dari proses pengudusan yang Allah sedang kerjakan dalam hidup kita, dan memerlukan kita untuk turut bekerjasama hingga kita dipanggil pulang dan dimuliakan bersama-Nya.

Comments
Post a Comment